Sungguh saya sangat berterimakasih sama ibuk juga bapak, karena beliau berdua sudah mendidik saya tentang budi pekerti, akhlak yg baik juga sopan santun. Kami harus hormat pada orang yang lebih tua, bertutur kata yang baik dan yang paling penting beliau berdua tidak pernah mengotori otak kami dengan berita yang menganduk politik atau apalah itu yang bersahabat dengannya.
Karena beliau paham betul, politik erat hubungannya dengan hal2 yang mendekati dengan dosa. Kenapa saya bilang begitu, karena baik pelaku politik, pengamat juga komentator pada dasarnya hanya bisa berkata yang tidak benar, memberikan janji yang tidak pernah ditepati, tidak diyakini kebenarannya bahkan apa yang mereka dengar atau ucapkan bukan dari sumber yang dipercaya. Bukankah itu semua menjurus ke dosa?
Pelaku politik pada saat kampanye atau berbicara di depan publik kebanyakan hanya karena niat pencitraan.
Pengamat politik berbicara karena memang beliau memihak kepada salah satu oposisi, sehingga kata2 yang dilontarkan pun kebanyakan tak berdasar atau tanpa bukti.
Dan yang lebih parahnya adalah masyarakat yang sok mengerti politik, berbicara seolah2 mereka mengerti. Padahal sumber berita yang mereka dapat dari "kata orang" atau dari televisi2 yang notabene juga sponsor dari salah satu oposisi atau bahkan mereka berbicara seolah2 mereka yang paling paham tentang politik dibandingkan seorang ahli yang memiliki gelar.
Bukankah semua itu jatuhnya jadi fitnah, gibah, bergunjing?
Syukur alhamdulillaah ibuk juga bapak menjauhkan kami dari sifat2 yang demikian, semoga Allah selalu melindungi kami juga keturunan kami dari hal2 yang demikian.
Buat saya, siapapun pemimpinnya. Biarkan mereka bekerja dengan baik sesuai kemampuan mereka. Sesungguhnya Allah sudah menentukan semuanya. Saya sebagai warga negara yang baik, lebih baik bekerja dengan baik, menjadi warga negara yang baik dan yang paling penting selalu bersyukur atas apapun yang sudah ditakdirkan oleh Allah SWT.
Politik? No Way
Contain about knowledge, fiction, photo and all my hobbies | Try to enjoying and give a little comment here
Rabu, 28 Oktober 2015
Politik??
Selasa, 27 Oktober 2015
KKN
Perbincangan dua ababil di pojokan parkiran sekolah
A: eh cuy, tau ga sih kalau si G itu udah pasti masuk surga
B: haaa, masa sih cuy? Do'i ibadahnya rajin?
A: ga sih, biasa aja. Ga pernah sholat malah
B: hmmm, ada amalan apa ya yg bikin do'i bisa spesial gitu?
A: katanya sih bapaknya punya kenalan orang dalem
B: (ngedumel) lu pikir mo daftar pegawai pemerintah #*&%$#/@
Selasa, 20 Januari 2015
Rabu, 05 Februari 2014
Bujang Selimut
Pagi-pagi mbak Iis sudah mulai keluarin amunisi yang nggak seperti biasanya dari dalam tas. Bukan bubur ayam atau ketupat padang langganan kami yang biasa beli di depan stasiun Tangerang. Kalau diliat-liat, bentuknya mirip kue dadar gulung. Warnanya hijau cantik, tapi kulitnya terlihat kasar, nggak semulus kulit dadar gulung. Waktu dicicipi sedikit, ternyata rasa kulitnya plain. Hampir mirip adonan Horog-horog jajanan khas kota Malang. tapi untuk isiannya sama persis seperti isian kue dadar gulung.
Saking penasarannya aku langsung berselancar di dunia maya. Asal muasal kue bujang selimut ini ternyata dari Bengkulu, yang ditemukan sama mbak Iis di dalam kereta listrik, beli dari salah seorang temannya sesama angker (anak kereta).
Dan akhirnya aku juga dapet resep dari wabsite salah satu majalah wanita (Femina, untuk saat ini baru menyalin resepnya. Mungkin suatu saat nanti mau coba buat.
Untuk resep membuat bujang selimut,Kulitnya tidak boleh mulus seperti dadar gulung, karena adonan tepungnya tidak basah. Tepung hanya lembap, dan diayak langsung ke wajan. Disemprot air, agar bulir adonan tidak terlalu saling menyatu, menghasilkan dadar yang justru berjaring-jaring halus.
Bahan:
Unti:
200 g kelapa setengah tua, parut
100 g gula jawa, sisir
100 ml santan, dari ½ butir kelapa parut
30 g gula pasir
2 lembar daun pandan, simpulkan
½ sdt garam
Kulit:
50 ml santan dari ½ butir kelapa parut
30 ml air daun suji dari 5 lembar pandan dan 10 lembar daun suji
1 tetes pewarna hijau
½ sdt garam
200 g beras ketan, rendam, tiriskan
Cara Membuat:
Unti: Masak semua bahan di atas api kecil sambil aduk hingga setengah mengering. Angkat, dinginkan. Pulung ke dalam 8 bentuk silinder sepanjang 8 cm. sisihkan.
Kulit: Rebus santan, air suji, pewarna hijau, dan garam di atas api kecil hingga mendidih.
Tuang sedikit-sedikit cairan panas ini ke dalam tepung ketan. Aduk sampai lembap. Sisihkan.
Semprotkan air ke wajan antilengket diameter 10 cm secara merata. Taburi adonan melalui penyaringan sambil diayak dan ditekan-tekan hingga membentuk dadar.
Semprotkan lagi air ke atas adonan agar lembap. Biarkan 5 menit hingga dadar mengering.
Taruh 1 bagian unti di salah satu ujung adonan, gulung selagi panas. Angkat perlahan. Ulangi langkah ini hingga adonan habis.
Diamkan hingga kulit garing. Sajikan.
Untuk 8 buah
buat yang tertarik dengan bujang selimut, selamat mencoba membuat ya
Jumat, 06 September 2013
Kuliner di Kraksaan - Probolinggo
Waktu kemarin liburan ke rumah adek di daerah Kraksaan, Probolinngo. Karena tempatnya yang dipinngir laut, cuaca di Kraksaan cukup panas dan berangin. Bahkan saat malam haripun aku nggak bisa merasakan udara dingin, cuma angin laut kencang yang menyapu badanku. Seperti yang sudah-sudah, kalau aku main ke suatu daerah biasanya mencicipi makanan khas daerah tersebut. Dan karena ini kali pertamanya aku menginap di rumah adek, aku minta dia untuk mentraktirku makan makanan khas daerah Kraksaan, Probolinggo. Selain tape, ternyata ada makanan khas Probolinggo yang musti aku coba.
Mie Jombor Barokah Ibu Sani, di alun-alun Probolinggo. Mie tradisional khas Probolinggo ini hampir sama dengan mie Jowo dalam hal rasa. Mie dengan ukuran lebih besar di masak diatas anglo dengan arang yang membuat aroma mie menjadi khas. Sekali masak, koki membuat satu kuali besar mie untuk beberapa porsi. Jadi kalau kalian datang kesana dan kebetulan mie di kuali habis, harus sabar menunggu sang koki memasak lagi mie dalam porsi besar. Satu hal lagi yang membedakan mie Jombor dengan mie Jowo adalah, ayam yang tidak ikut dimasak didalam kuali bersama mie dan tambahan topping satu butir telur asin rebus yang dibelah dua. Sang pemilik warung mempunyai cara yang khas dalam mengupas telur asin, pada umumnya kita membelah telur asin menjadi dua lalu di kerok dengan sendok untuk mengeluarkan isi telur tersebut. Sedangkan ibu Sani, mengupas kulit telur tersebut menggunakan pisau seperti mengupas kulit apel secara melingkar. Setelah kulit terkupas habis, barulah si telur dibelah menjadi dua.
Bagi penyuka rasa pedas, pemilik warung tidak menyediakan saus atau sambal. Tapi hanya menyediakan cabe rawit di dalam mangkuk. Dan untuk penyuka rasa segar, pemilik warung menyediakan juga beberapa irisan jeruk nipis diatas piring kecil layaknya penjual soto ayam lamongan.
Buat yang lagi main ke daerah Probolinngo boleh mencicipi mie Jombor Barokah Ibu Sani yang letaknya persis di pinggiran alun-alun Probolinggo. Jangan coba di warung lain ya, karena ibu pernah coba di warung lain dan rasanya tidak seenak mie Jombor Barokah Ibu Sani. Selamat mencoba
Rabu, 17 Juli 2013
Pak Janggut dan Buntelan Ajaib
Dulu waktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Ibu berlangganan majalah Bobo untuk kami, ketiga anaknya. beliau melakukan itu agar anak-anaknya jadi lebih gemar membaca. Dan kedatangan majalah Bobo itu betul-betul aku tunggu. Kalau sedang tidak berebutan dengan kedua saudaraku, bisa habis kubaca majalah tersebut dalam sehari.
Hal yang paling ku nanti adalah cerita cerial yang ada di tengah-tengah majalah Bobo. Semua cerita serial itu bagus-bagus, sampai saat inipun aku masih ingat ada dua serial favorit aku, cerita Pak Janggut dan Buntelan Ajaibnya sama cerita tentang seorang anak yang bercita-cita menjadi seorang balerina.
Sayang sekali, dulu aku tidak sempat untuk membundel (menjilid) semua koleksi majalahku, karena kita harus pindah ke luar pulau.
Untungnya beberapa waktu lalu, saat aku masih kuliah. Aku sempat lihat kalau Redaksi majalah Bobo menerbitkan buku koleksi serial Pak Janggut dan Buntelan Ajaibnya.
Setelah aku browsing, aku baru tahu kalau ternyata cerita itu adalah terjemahan dari serial komik Belanda Douwe Dabbert yang diciptakan oleh seniman Piet Wijn dan penulis naskah Thom Roep.
Karakter Pak janggut adalah sesosok orang tua yang berpenampilan seperti kurcaci yang mengalami berbagai macam petualangan yang aneh di mana ia sering berjumpa dengan makhluk gaib. Ia memiliki kantung ajaib dari mana ia bisa mengambil barang-barang yang ia perlukan, baik di saat biasa (seperti makanan saat lapar) ataupun benda-benda yang bisa membantunya lolos dari bahaya. Bagi orang lain, kantung ini tidak berisi apa-apa, kecuali jika Pak Janggut mengizinkan orang itu mengambil sesuatu. Dalam beberapa ceritanya, Pak Janggut ditemani oleh seekor Dodo.
Secara keseluruhan, Pak Janggut telah membintangi dua puluh tiga buku komik. Dari tahun 1975 hingga 2001, cerita-cerita ini diterbitkan sebagai cerita bersambung di majalah mingguan Donald Duck Weekblad. Sebagian dari cerita terakhir digambar oleh Dick Matena karena adanya masalah kesehatan pada Piet Wijn.
Di Amazon komik Pak Janggut dikenal sebagai komik seri berbahasa Inggris : The Journeys of Danny Doodle.
Berikut ini beberapa potongan cerita serial Pak janggut yang ada di majalah Bobo:
1. De verwende prinses (1977) (Puteri yang Manja) - Pak Janggut diangkat menjadi guru seorang putri (Paulin), yang membuat raja tetangga (Raja Isengrim) marah karena menghina mentimun, produk kebanggaan negerinya. Putri itu bernama Paulin, dengan perilaku campuran antara nakal, jahil, dan kurang ajar. Namun petualangannya bersama Pak Janggut di kalangan rakyat jelata membuat dia sadar akan makna memberi dan berbagi, kebersamaan, dan setia kawan. Semua itu juga membuatnya bisa menghargai orang lain, dan sifatnya berubah ketika pulang kembali ke istana. Dia yang memulai permusuhan dengan negeri tetangga, dia pula yang mengembalikan keharmonisan di antara kedua negeri. Tokoh penjahat dalam episode pertama ini adalah Ludo Lapart yang sifatnya arogan sehingga ditolak menjadi guru sang putri. Dia sakit hati dan dengan dibantu oleh Knudde (tokoh yang dalam terjemahan Bobo tidak pernah disebutkan namanya) berusaha menculik Putri Paulin untuk meminta tebusan. Namun tentu saja penculikan ini tidak gampang karena ada Pak Janggut dan buntelan ajaibnya.
2. Het verborgen dierenrijk (1977) (Kerajaan Satwa) - Pak Janggut berada di negeri di mana binatang bisa berbicara dan berpakaian layaknya manusia. Di sini Pak Janggut kembali bertemu dengan Ludo Lapart yang memanfaatkan kelompok serigala untuk mencapai tujuannya.
3. De valse heelmeester (1978) (Tabib Palsu) - Pak Janggut berada di kerajaan yang rajanya berada di bawah kekuasaan tabib yang membiusnya sehingga tertidur terus dan menandatangani segala dokumen yang menguntungkan si tabib dalam keadaan mengantuk. Mampukah Pak Janggut membongkar kebusukan si tabib?
4. De poort naar oost (1978) (Gerbang ke Timur) - Pak Janggut disuruh oleh Penyihir Wredulia untuk berangkat ke Timur dengan ditemani manusia yang disihir Wredulia menjadi makhluk mini. Pak Janggut tertantang untuk membebaskan para makhluk mini lainnya yang masih tertawan di dalam botol-botol.
5. Het monster van het Mistmeer (1979) (Monster Danau Kabut) - Lagi-lagi Ludo Lapart membuat ulah. Kali ini penduduk sebuah desa ditakut-takuti dengan Monster Palsu yang nampak seperti asli karena desanya sering berkabut. Namun Ludo kena batunya saat monster asli beraksi setelah dibebaskan dari belenggu oleh Pak Janggut.
6. De schacht naar noord (1979) (Lorong ke Utara) - Lanjutan cerita Gerbang ke Timur. Kali ini Pak Janggut berangkat ke Utara (daerah Kutub) melalui sebuah lorong ke arah atas. Di sana Pak Janggut berjumpa ikan paus, walrus, beruang kutub, orang Eskimo, dan seekor burung dodo. Pak Janggut dberi tugas untuk mencari telur dodo yang dapat membuat Wredulia awet muda kembali. Namun kehadiran burung dodo membuat Wredulia marah dan Pak Janggut bersama dodo lari melalui sebuah jembatan ke Barat.
7. De weg naar west (1980) (Perjalanan ke Barat) - Lewat jembatan ke Barat, Pak Janggut dan dodo tiba di kawasan Karibia dan berpetualang dari kapal ke kapal dan harus menaklukkan para perompak yang kejam serta bertemu Alexander, yang memberi petunjuk mengenai dodo betina yang bisa menjadi teman hidup dodo dan petunjuk jalan menuju ke Selatan, yaitu lewat Angin Barat.
8. De zee naar zuid (1981) (Laut ke Selatan) - Lewat hempasan Angin Barat, Pak Janggut terkapar di laut dan diselamatkan sebuah kapal yang akan menuju Afrika. Di Afrika, Pak Janggut mengantarkan seorang anak kembali ke kampungnya setelah dibebaskan Pak Janggut dari perbudakan. Pak Janggut juga mencari Laut ke Selatan, di mana lewat jalan itulah Pak Janggut bisa kembali ke dunianya. Selama perjalanan, Pak Janggut dibayang-bayangi dua orang penjahat yang mengincar 'harta' dalam kantong ajaibnya.
9. Florijn de flierefluiter (1982) (Peniup Suling dari Kota Elang) - Pak Janggut berjuang untuk membebaskan seorang putri dari Kota Elang yang tertawan di atas menara dan mempertemukannya dengan tunangannya yang telah mengikat janji sehidup semati.
10. De tanden van Casius Gaius (1983) (Gigi-gigi Casius Gaius) - Pak Janggut membongkar aksi para penyelundup yang memanfaatkan bekas reruntuhan Romawi di lepas pantai untuk tempat bongkar muat yang dikenal dengan nama gigi-gigi Casius Gaius.
11. Het flodderwerk van Pief (1984) (Pompit yang Bandel) - Pak Janggut berkenalan dengan Pompit, seorang anak yang akan mewarnai beberapa kisah Pak Janggut berikutnya. Dunia pompit adalah dunia sihir, di mana segala sesuatu bisa berubah dengan hanya mengplip-plap, dan Pak Janggut harus menghadapi kenakalan Pompit yang seringkali repot karena salah mengplip-plap.
12. De laatste plager (1985) (Menangkap si Jahil) - Namanya juga si Jahil, ya tugasnya menjahili orang, dengan meniru sesuatu dan membuat kaget orang yang dijahili. Menjadi tugas Pak Janggut, Pompit, dan dua orang saudaranya untuk menangkap kembali si Jahil.
13. De heksen van eergisteren (1986) (Tiga Penyihir Usil) - Tiga penyihir jelmaan salamander api menguasai jalanan umum sehingga sekian lama tak bisa dilalui masyarakat umum. Siapa lagi yang bisa membalikkan sihir mereka kalau bukan Pak Janggut.
14. Op het spoor van kwade zaken (1988) (Mencari Jejak Perampok) - Ternyata perampok tidak jauh-jauh amat, setelah dilacak memang orang dekat!
15. Het bedrog van Balthasar (1990) (Sarakah si Penipu) - Sarakah memang jahat. Harta majikannya mau dikuasai semuanya dan cucu sang majikan hendak dilenyapkan. Tentu saja Pak Janggut tak membiarkan semua ini terjadi.
16. De dame in de lijst (1991) (Putri Melati Centil Aneh) - Tiba-tiba lukisan dalam puri tempat tinggal Pompit bisa menjadi tokoh utama dalam cerita ini. Sang Putri di dalam lukisan ternyata sangat sensitif dan bisa menghukum orang yang memberi komentar miring kepadanya. Pak Janggut mengantarkan sang Putri kembali ke puri.
17. Bombasto met het boze oog (1992) (Bombasto si Penyihir) - Hipnotis bisa digunakan untuk perbuatan jahat, tapi apa yang terjadi bila senjata makan tuan?
18. De kast met duizend deuren (1993) (Lemari dengan 1000 Pintu) - Empat kisah berikut ini saling berkaitan, bermula dari lemari dengan seribu pintu di mana Pompit dan saudaranya berangkat untuk berguru kepada para penyihir lainnya di tiga negeri.
19. Het schip van ijs (1994) (Kapal dari Es) - Pak Janggut di Rusia, sekaligus ada kisah di dalam kisah dengan tema Kapal dari Es.
20. De zwarte kimono (1995) (Kimono Hitam) - Pak Janggut di Jepang, menghadapi naga yang telah meneror penduduk desa yang tak bersalah.
21. Het gemaskerde opperhoofd (1996) (Kepala Suku yang Menyamar) - Pak Janggut di Amerika, di mana wanita bisa menjadi kepala suku dan bisa berburu.
22. Terug naar het verborgen dierenrijk (1997) (Kembali ke Kerajaan Satwa)
23. De wonderlijke raamvertelling (2001) - twee avonturen in één verhaal
Narasumber: Wikipedia
Langganan:
Postingan (Atom)


